Senin, 11 Januari 2010

Ayin Dikerja(y)in?


Minggu 10 Januari malam, Satgas Mafia hukum melakukan inspeksi mendadak ke Rutan Pondok Bambu. Inspeksi itu menemukan fakta mengejutkan. Yakni, terpidana lima tahun penjara dalam kasus suap terhadap jaksa Urip Tri Gunawan, Artalyta Suryani mendapatkan fasilitas bak hotel berbintang di Rutan Pondok Bambu.

Pukul 19.30 WIB inspeksi yang dilakukan tiga anggota satgas, Denny Indrayana, Mas Achmad Santoso, dan Yunus Husein dimulai. Sipir lapas pun kelabakan dan sempat melarang ketiganya dan sejumlah wartawan yang dibawa serta.

Namun, Denny balik membentak bahwa apa yang mereka lakukan adalah atas perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kalapa Lapas pun hanya bisa pasrah menghadapi para petinggi tersebut.

Sontak peristiwa ini menjadi headline media nasional di tanah air. Bahkan, media televisi dan online tak berhenti mengupas hasil inspeksi mendadak tiga anggota satgas tersebut.

Sepintas apa yang dilakukan satgas mafia hukum ini hebat. Membongkar fasilitas hotel bintang lima yang didapatkan pengusaha yang dikabarkan dekat dengan Presiden SBY itu.
Akan tetapi jika dilihat secara kritis, sidak ini tak lebih dari sekedar aksi kehumasan dari sebuah lembaga baru yang ingin dikenal. Bahkan, aksi ini bisa dibilang kontrakproduktif.

Lagu lama kaset baru

Fasilitas yang didapatkan Artayta Suryani alias Ayin bukanlah informasi baru kepada masyarakat. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa lembaga pemasyarakatan atau rutan menyediakan sejumlah fasilitas bagi orang yang ber-uang ataupun terpidana yang memiliki koneksi dengan pejabat.

Dalam sebuah wawancara, Anton Medan yang sudah 14 tahun dipenjara di LP Cipinang tertawa geli melihat hal tersebut. Bahkan, setengah mencibir dia heran kepada ketiga orang tersebut baru tahu fasilitas untuk orang berduit di dalam rutan.
Beberapa tahun yang lalu, Anton Medan juga pernah mengungkap adanya fasilitas mewah di rutan ataupun Lembaga Pemasyarakatan.

Bukan hanya fasilitas mewah di dalam rutan, fasilitas seksual dari pekerja seks komersial yang disediakan di LP juga pernah diungkap anggota DPR dari Partai Demokrat, Ahmad Fauzi saat rapat kerja komisi III dengan Menteri Hukum dan HAM saat itu, Hamid Awaludin.

Di komisi III dia meminta Menkum HAM menyetop aksi penyediaan jasa layanan seksual di dalam LP dan rutan.

Fakta lain yang mengungkap bebasnya kehidupan napi di lapas adalah tertangkapnya artis Roy Marten untuk kedua kalinya, saat sedang pesta sabu di Surabaya 2007 lalu. Setelah diusut, Roy mengaku mendapatkan sabu melalui bandar narkoba yang sedang berada di LP Cipinang.

Bisa menikmati fasilitas mewah, mendapatkan pelayanan seksual, bahkan bisa berjualan narkoba. Itu adalah fakta bahwa sejak lama pengurusan lapas dan rutan di Indonesia memang bermasalah!.

Kontraproduktif

Sidak yang dilakukan di satu sisi bisa bernilai positif. Akan tetapi di sisi lain bisa kontraproduktif. Percaya lah, setelah sidak satgas mafia hukum beberapa waktu lalu, fasilitas mewah atau beberapa keistimewaan yang ada di lapas atau rutan lain di seluruh Indonesia, secara otomatis akan tiarap.

Ya, positif. Akan tetapi, fasilitas itu hanya tiarap sementara saja. Selama media menyoroti masalah ini. Lihat saja, jika perhatian media beralih ke masalah lain, maka fasilitas itu akan muncul lagi dengan sendirinya.

Dengan tiarap, maka jejak LP atau rutan mana saja yang menyediakan fasilitas-fasilitas tersebut akan menjadi buram. Kontraproduktif dengan tujuan satgas yang hendak memberantas pemberitan fasilitas tersebut.

Aksi membawa wartawan dalam sidak ke dalam lapas dan rutan bukanlah strategi yang jitu dalam memberantas praktek ’kerja sampingan’ sipir-sipir ataupun kepala lapas. Sebagai satgas yang mengantongi Keppres, seharusnya mereka bisa melakukan strategi yang lebih jitu dari itu.

Kalau sekedar seperti itu, wartawan juga bisa melakukannya. Cukup pura-pura menjenguk, membawa kamera kecil mereka bisa mendapatkan fakta yang kurang lebih sama dengan yang didapatkan satgas. Sebagaimana investigasi yang pernah dilakukan salah satu televisi nasional beberapa tahun lalu.

Seharusnya apa yang dilakukan satgas cukup mengumpulkan bukti dari seluruh lapas dan rutan yang menyediakan fasilitas tersebut, kemudian melaporkannya kepada presiden. Selanjutnya, Presiden akan memberikan data-data tersebut agar diselesaikan pembantunya, Menteri Hukum dan HAM.

Trik humas satgas?

Dari beberapa fakta yang janggal tersebut, akhirnya muncul kecurigaan terhadap aksi satgas mafia hukum. Jangan-jangan yang mereka lakukan tidak tulus? Apa benar seperti itu?

Kecurigaan ini sepertinya wajar. Coba lihat saja target dan waktu kapan satgas melakukan inspeksi mendadak.

Pertama, soal target. Mungkin satgas mafia hukum bisa saja mengelak bahwa mereka tidak menargetkan seseorang dalam inspeksi mendadak ini. Akan tetapi, siapapun tahu bahwa di rutan tersebut terdapat Artalyta Suryani.

Artalyta Suryani atau Ayin dikenal sebagai makelar kasus. Dia kenal dengan pejabat tinggi di Kejaksaan Agung. Lihat saja persidangannya yang memperdengarkan pembicarannya dengan sejumlah Jaksa Agung Muda di lembaga penegak hukum itu dalam mengatur kasus.

Gara-gara Ayin, dua jaksa agung muda, yakni Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kemas Yahya Rahman dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Nega Untung Udji Santoso, serta direktur penyidik Jampidsus M Salim menjadi korbannya.

Satgas Mafia Hukum dibentuk oleh presiden 30 Desember 2009. Satgas dibentuk, setelah terbongkarnya setelah kasus Bibit Samad Riyanto dan M Chandra. Di tengah perjalanan kasus kedua pejabat KPK ini, terungkap rekaman pembicaraan Anggodo, saudara kandung Anggoro Widjojo, tersangka kasus radio Sistem Radio Komunikasi Terpadu (SKRT) dengan sejumlah pejabat dan penyidik Polri. Diduga Anggodo adalah makelar kasus.

Penulis curiga apa yang dilakukan satgas sudah diperhitungkan dengan matang, yakni dengan menjadikan ratu makelar kasus Ayin sebagai alat kampanye satgas di media massa. Mungkin karena itulah mereka membawa sejumlah media massa ke dalam rutan Pondok Bambu malam itu.

Kedua, soal waktu. Kenapa inspeksi mendadak dilakukan di hari Minggu dan pukul 19.30 WIB. Mungkin pertanyaan ini berlebihan, akan tetapi bagi media massa hari Minggu merupakan hari yang sepi berita. Sulit menjadi headline yang bagus untuk disajikan di hari Senin. Hari Senin, menurut data statistik antusiasme pembaca sangat tinggi, mereka ’haus’ akan informasi setelah dua hari, Sabtu dan Minggu meninggalkan aktivitas dan menikmati hari bersama keluarga.

Di hari Minggu, media pun menjadi ’lapar’ dan siap menyantap jika ada makanan lezat yang dihidangkan di meja. Sidak satgas mafia hukum tak ubahnya makanan lezat yang tersedia di meja.

Pukul 19.30 WIB, merupakan waktu yang tepat. Setelah memantau berita hingga sore dan tidak ada yang menarik. Lalu muncullah sajian sidak, jenius. Karena media massa besar biasanya memiliki deadline di atas jam tersebut. Bahkan, media besar seperti Kompas, Sindo, Media Indonesia, dan lainnya baru deadline sekira pukul 00.00, tengah malam. Cukup waktu, untuk mendapatkan bahan yang banyak dari sidak satgas mafia tersebut. Dan jadilah berita itu adalah berita yang seksi dan sangat layak headline di media-media nasional.

Ayin dikerja(y)in?

Jika logika kecurigaan di atas benar. Maka Ayin bisa jadi menjadi ratu makelar kasus yang sedang dikerjain untuk kampanye humas dari satgas mafia hukum. Nyatanya, satgas yang belum berusia sebulan ini cukup popular setelah sidak ’kamar hotel’ Ayin.
Ayin sebenarnya bukanlah orang biasa. Fakta bicara, Agustus 2008, penulis pernah memuat berita foto kehadiran Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam pernikahan anaknya di sebuah hotel mewah.

Kabar lain, Ayin disebut-sebut sebagai ’makelar’ yang melobi Gus Dur agar mendapatkan restu dari Gus Dur saat maju di Pilpres 2004 lalu. Ayin pun sempat masuk dalam pengurus DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat itu.

Entah kenapa, latar belakang Ayin yang memiliki kolega orang berpengaruh di tanah air ini bisa saja dikerjain satgas mafia hukum. Mungkin, Ayin saat ini sudah tidak bermanfaat lagi bagi mereka. Wallahu a’lam.

Yang perlu diingat, 28 Januari ini tepat 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Mudah-mudahan saja, inspeksi mendadak yang diduga menjadi ajang humas satgas mafia hukum ini tidak ada hubungannya dengan 100 hari KIB jilid II.

Karena, sejak KIB jilid II bergulir nyaris tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan dari kinerja menteri. Bahkan, pemerintah ’dihajar’ sejumlah isu yang cukup membuat dahi menggurat.

Lihat saja kasus KPK versus Buaya. Kasus ini sangat heboh dan membuat masyarakat geram. Silent majority pun mendukung KPK dengan menjadi anggota akun facebook Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto. Hingga saat ini anggota akun facebook tersebut sudah mencapai 1.420.240 orang.

Belum lagi kasus ledakan bom di JW Marriot yang lepas dari pengamatan intelejen dan kasus bailout Bank Century yang hingga saat ini masih menjadi buah bibir di masyarakat dan media massa.

Satu-satunya prestasi pemerintah adalah ditembaknya Noordin M Top dan sejumlah pengikutnya di Solo, Jawa Tengah, September 2009 lalu. Itupun sebelumnya, masyarakat sempat terkecoh dengan kabar penembakan Noordin di Desa Beji, Temanggung, Jawa Tengah, sebulan sebelumnya.

Pemberantasan terhadap praktik mafia hukum di Indonesia, masih merupakan harapan yang tinggi dari masyarakat. Akan tetapi, cara penyelesaian dengan pola kehumasan bukanlah strategi yang tepat.

Semoga semua analisis ini salah dan semoga satgas mafia hukum memiliki niat yang sangat serius dan tulus dalam memberantas mafia hukum dan tidak hanya menjadi ajang kampanye saja. Karena masyarakat sudah lelah dengan kampanye dan yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan konkrit. Mari kita tunggu bersama aksi konkrit dan tepat dari satgas bentukan Presiden SBY ini.

Tengah malam
Kota Bambu, 11 Januari 2010.

Tentang Gus Dur


KH Abdurahman Wahid telah meninggal dua pekan lalu. Akan tetapi pembicaraan
mengenai dirinya seolah tak pernah usai. Media memberitakannya sepekan penuh,
mulai dari RSCM hingga Pondok Pesantren Tebuireng. Bahkan, mungkin sampai hari
ini masih ada saja masyarakat yang membicarakan Gus Dur, di café-café atau di
warung kopi.

Bahkan, karena pengaruhnya yang sedemikian besar, masyarakat yang berziarah tak
Pernah henti sampai saat ini. Uniknya, dari sejumlah peziarah ada yang sengaja
mencuri tanah makam Gus Dur, hanya untuk berburu berkah.

Gus Dur memang bukanlah orang biasa. Keturunan ulama berpengaruh sekaligus
Pendiri ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari. Selain ulama,
dia merupakan salah satu pejuang kemerdekaan. Dia pernah mengeluarkan fatwa saat
dimintai Soekarno, dengan mengatakan bahwa membela tanah air adalah jihad fi
sabilillah.

Ayah Gus Dur, Wahid Hasyim juga merupakan tokoh kemerdekaan dan pembaharu.
Dia turut mengisi kemerdekaan dengan pemikirannya. Salah satunya, dia mendobrak
tradisi ulama saat itu yang mengharamkan mengenakan setelan celana panjang, jas,
dan dasi.

Apa yang dilakukannya saat itu cukup kontroversial, akibatnya tak sedikit ulama yang
mengecamnya karena menjadi satu-satunya tokoh dari golongan santri yang mengikuti
cara berpakaian orang Belanda. Soekarno saat itu menunjuknya sebagai Menteri
Agama pertama di Indonesia.

Sikap kontroversial Wahid Hasyim sepertinya menurun kepada Abdurahman Wahid.
Setelah pulang belajar dari Mesir dan Irak, Gus Dur tiga kali diminta memimpin PBNU
yang saat itu dipimpin KH Idham Chalid. Gus Dur tak berani menolak permintaan ketiga
dari KH Bisri Syamsuri, tokoh sepuh PBNU yang juga masih keluarganya.

Sebelum memimpin PBNU, Gus Dur mulai dikenal masyarakat melalui tulisannya
mengenai hubungan Islam dan Negara, yang terus menjadi kontroversial sejak era
Soekarno. Gus Dur pun piawai dalam membuat tulisan dengan mengangkat dalil-dalil
alquran dan hadits.

Hingga wafatnya, kontroversi dia di masyarakat sangat sulit untuk dilupakan.
Bagaimana tidak, coba ingat bagaimana Gus Dur mengusulkan agar kalimat assalamu
Alaikum diganti dengan kalimat selamat pagi dalam pidato kenegaraan. Spontan saja
sejumlah ulama saat itu pun langsung meradang, terlebih dari kalangan non NU.

Belum lagi kontroversi lain. Masih ingat kontroversi haram Ajinomoto? Kala itu, MUI
Mengatakan bahwa Ajinomoto haram, karena di dalamnya ada kandungan minyak babi.
Namun, hanya Gus Dur seorang yang berani mengatakan sebaliknya.
Kontroversi pun terus berlanjut hingga saat Gus Dur menjabat sebagai presiden
Keempat, yang menggantikan BJ Habibie. Yang membuat kuping panas politisi saat itu
Adalah, saat Gus Dur mengatakan bahwa DPR tak ubahnya seperti taman
kanak-kanak. Gus Dur dikecam, dihujat karena menghina lembaga negara.

Kontroversial Gus Dur ini pun mengundang tanya banyak orang. Sebagai seseorang
yang lahir dari keluarga NU, yang dikenal sangat tradisional, Gus Dur memang sangat
berbeda. Ada yang menilai miring, ada yang menilai positif, bahkan ada yang menilai
berlebihan terhadap kontroversi Gus Dur.

Negatif dan positif adalah hal yang biasa. Akan tetapi, yang unik adalah yang menilai
Gus Dur berlebihan. Sejumlah kalangan mempercayai Gus Dur adalah seorang wali
karena itulah dia kontroversial, melewati jamannya, lokomotif Jepang tetapi gerbong
Indonesia dan banyak lainnya.

Soal ini ada banyak cerita dari kalangan orang-orang NU. Salah satu pengurus NU di
era Gus Dur pernah bercerita, saat rapat dengan sejumlah ulama Gus Dur kerap kali
tertidur, akan tetapi di saat akhir malah dia yang membuat kesimpulan dan kesimpulan
itu diterima ulama yang berdebat saat itu.

Dari cerita ini kemudian disambungkan bahwa Gus Dur memiliki ilmu ladunni. Ilmu
ladunni ini adalah ilmu yang dimiliki Nabi Khidir. Orang yang memiliki ilmu ini sangat
pintar dalam berbagai disiplin ilmu, tanpa perlu belajar.

Ada juga cerita dari salah satu ketua PBNU KH Aqil Siradj. Dia mengaku pernah
Menemani Gus Dur selama di Mekkah. Saat itu, Gus Dur minta ditemani untuk mencari
seorang ulama. Kang Said pun membantu Gus Dur mencarikannya.

Di sebuah masjid, terdapat seorang ulama dengan mengajar dengan jumlah murid yang
cukup banyak, akan tetapi bukan ulama tersebut yang dimaksud Gus Dur. Kemudian,
ada juga seorang ulama dengan kitab-kitab besar dan sorban yang besar sedang
mengajar sejumlah murid, bukan itu juga yang dimaksud.

Kemudian saat itu terdapat seseorang bersorban kecil sedang berada di masjid, tanpa
Kitab dan murid-murid. Ternyata itulah yang dimaksud Gus Dur. Kemudian Kang Said
pun mengenalkan kepada orang tersebut bahwa Gus Dur adalah ketua ormas Islam
terbesar di Indonesia. Selanjutnya, Gus Dur meminta doa kepadanya.

Setelah dua menit didoakan, kemudian ulama tersebut bangkit sembari menyeret
Sajadahnya sambil mengeluh dalam bahasa Arab. Kang Said mengungkapkan, ulama
Itu mengatakan “Ya, Allah apa dosa hambamu ini hingga Kau pertemukan dengan
orang-orang ini”.

Jadi, Kang Said menjelaskan bahwa ulama tersebut adalah Wali yang sedang
menyamar. Akan tetapi, keberadaannya malah diketahui Gus Dur. Kenapa Gus Dur
bisa tahu? Ada sebuah perkataan ulama la ya’riful wali illal wali. Tidak
lah seorang wali dapat diketahui kecuali oleh seorang wali.

Terlepas dari kepercayaan itu semua. Ada beberapa fakta nyata di depan mata, yang
merupakan hasil perjuangan Gus Dur. Sebuah fakta yang tidak bisa dielakkan, Gus Dur
adalah pembela kaum minoritas.

Lihat saja, setelah menjadi presiden. Gus Dur membela keturunan tionghoa yang
selama era Presiden Soeharto selalu menjadi warga kelas dua. Kepercayaan agama
mereka tak diakui, bahkan keberadaan mereka. Sampai kebanyakan orang tionghoa
merubah nama mereka dengan nama Jawa ataupun Islam, agar aman.

Gus Dur juga membela eks tapol/napol dan keluarga PKI. Di era Soeharto, PKI bak
nyamuk yang tak pantas hidup dan harus dilenyapkan. Bukan hanya anggota resmi
PKI, bahkan keluarga dan keturunannya pun ikut menanggung dosa yang tidak
dilakukannya.

Belum lagi. Pembelaan Gus Dur terhadap sejumlah gereja yang dihancurkan kelompok
ormas Islam konservatif. Ataupun kelompok minoritas agama seperti Ahmadiyah. Gus
Dur memasang badan bagi Ahmadiyah. Sekalipun secara prinsip agama, Gus Dur
bertentangan dengan ajaran Ahmadiyah.

Ditambah lagi diskriminasi secara persorangan, seperti yang dialami Inul Daratista yang
Dikecam Raja Dangdut, Rhoma Irama. Saat itu, Inul juga dicekal ormas Islam di
berbagai kota, Gus Dur pun membela pemilik goyang ngebor tersebut.

Dari sini, rasanya pantas saja Gus Dur disebut sebagai guru bangsa. Dia mengajarkan
banyak hal kepada masyarakat. Dari ajaran kebebasan beragama, berkelompok, dan
berpendapat. Hingga mengajarkan menghindari kekerasan dalam setiap perbedaan
pendapat.

Jika diperhatikan seksama, Gus Dur mengajarkan tidak dengan cara mendikte
ajarannya satu persatu. Akan tetapi, dia mengajarkan ajarannya yaitu berdemokrasi
dalam beragama dan berkenegaraan dengan perbuatan dan keteguhan hatinya.

Semoga saja, apa yang diajarkan Gus Dur dapat dicermati bersama sebagai sebuah
masukan besar bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan. Terima kasih guru bangsa.
Selamat jalan Gus Dur.

Rabu, 30 September 2009

lokasi pemadaman listrik di Jakarta 30/9-6/10

INFORMASI PEMADAMAN ALIRAN LISTRIK DI WILAYAH PLN DISJAYA DAN TANGERANG

Jakarta (30/09/09)

Sehubungan dengan adanya gangguan Flash Over Inter Bas Trafo (IBT) II Cawang, pada hari Selasa 29 September 2009 pukul 13.27 WIB dan IBT I Kembangan, tanggal 27 September 2009 jam 08.06 WIB Sehubungan dengan hal tersebut, PT PLN (persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang akan melakukan pengurangan beban di wilayah Gambir, Kuningan, Mampang, Pulomas Cawang, Cililitan dsk, Jakarta Barat, Sebagian Tangerang, Teluk Naga, Cileduk,

Adapun wilayah - wilayah yang terkena dampak pengurangan beban, adalah sebagai berikut :



Rabu, 30 September 2009
Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Jl. Pulo Gebang, Cakung, Pulogadung, Jl. Raya Bekasi, Jl Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jl P.Jayakarta, Mangga Besar, Jl.Saman Hudi, Sawah Besar, Jl. Karang Anyar, Tangki Lio, Krekot Bunder, PT IGI Jl. Raya Bekasi Pulogadung, PT Wahana Garuda Lestari Pulo Gadung, Jl. Raya Bekasi, Tipar Cakung, Jl. Pegangsaan Raya, Pd Bambu, Pisangan, Duren Sawit, Jl Radin Inten, Kb. Kelapa, Cipinang, DI Panjaitan, Rawamangun, Kayu Manis, Cipinang, Matraman Raya dsk.

Jl Karang Tengah Raya, Rd. Fatah Parung Serab, Ciledug, Ds. Karang Mulya, Daan Mogot, Batu Ceper, PT. IWI, PT.Sinar Tangerang Steel, Jl. Raya Semanan, Kalideres, Meruya, Joglo, Komp. Permata Media Land, Kp. Bugis Kembangan, Kedoya Raya, Kamal Muara, Kp.Dadap, Kamal, Ds.Belimbing, Kp.Kamal, Perum Dadap, Kosambi, Kp.Melayu Tangerang, Rawa Kucing, Batu Ceper, S.Tahang, Ds.Muara Teluk Naga, Kp.Kebon Besar, Tj.Pasir, Kp.Babakan Asem, Pergudangan Mutiara Kosambi, Kawasan Pergudangan Pantai Indah Dadap, Pulau Seribu, PT.IRC IND, PT.Andayani Megah, PT.Cakra Mandiri Cikupa Komp Gajah Tunggal, PT. Gajah Tunggal Jl. Ds.Pasir Jaya Jati Uwung, Ds Pasir Randu Curug, Ds.Binong Curug, Jl Raya Legok, Desa Sukabakti Curug, Kp. Ranca Iyuh Cikupa, Toserba Aneka Subur, Pasar Baru, , Manis Raya, Ds Kadu Curug, Manis I, II, IV, V, VI, Raya Serang KM 16,5, Cibodas Raya, Kawasan Industri III Jatake, PT.Kuralon Indah, PT.Djoni Textindo, Mesjid Jami Al-Jihad Komp BDN Pesing, Kav Polri Jl. Jelambar Raya, Latumenten Raya, Komp Penerangan, RS Jiwa Grogol, Kali Angke, Kapuk, Pesing, Sosial, Komp Prima Indah, Kav Polri, Pesing dsk.

Rabu, 30 September 2009
Pukul 13.00-17.00
Jl. Pasir Putih Ry, Ancol Timur, Jl. Kr Bolong Raya, Lodan, Gn Sahari, Hidup Baru, Rasela, Pademagan, Angkasa, Jl. Mangga Dua Raya, Jl. Cakung Cilincing ( KBN ), Jl. Pegangsaan 2,Marunda, Perum Green Garden Jl. Rawa Malang, Jl. Tipar, Jl. Yos Sudarso, Jl. Rasela, Angkasa Pura, Rajawali, Raya Ancol Selatan, Sunter Agung, Sunter podomoro, Patric Lumba, Gunung Sahari, Kemayoran dsk
Jl. Gajah Mada, IPasar Baru, Jl. Pintu Air, Jl. Pecenongan, Juanda, Kyai Tapa, Batu Jajar, Duta Merlin, Hayam Wuruk, Matraman Raya, Kayu Manis, Tegalan, Rawamangun, Cipinang, Utan Kayu, Manggarai, Jatinegara Kaum, Cempaka Putih, Pulogadung dsk

Jl. Raya Perancis Ds. Dadap, Kamal Cengkareng, Jurumudi, Teluk Naga, PT. Setia Pratama Lestari, Supermarket Mitra 10, Kamal, Kaw. Pergudangan Miami, Rawa Bamban, Batu Ceper, Kp. Kebon Besar, Daan Mogot, Pembangunan I, PT.Bangun J, PT.Union JP, Makmur Garden, PT.Angsa MP, Kebun 200 Cengkareng, Kp.Rw.Bebek Kamal CNK, PT.Akebono Indah, PT.Ysinta Poly Yasulintex, Perum Dadap, Kosambi, Kp. Melayu Tangerang, Lingkungan, Kp. Mede, Komplex PT. ISTEM, Pegadungan, PT.Cakra B, Ds.Gebang Raya, Perg.Griya Sangiang Mas, Ds.Kota Bumi Mauk, Kp.Neglasari, Hotel Serathon Bandara, PT.Ysinta Poly Yasulintex, PT. Thamson Metal Kawasan Industri Karet, Ds. Gintung, Kemiri, Ketapang, Sukadiri, Rw Kidang, Mauk, Perum Taman Raya, Kp. Gandaria, Kp. Daon Rejeg, Ds.Sangiang, Kp.Sarakan, Pakuaji, Ds.Kiara Payung, Sepatan, PT. Mekar Langgeng, Rajeg, Kp.Patramanggala, Kp.Ranca Labuh, Kp.Kemiri, Rejeg, Ds. Cibodas, Ds. Gebang, Jati Uwung Ps. Kemis, Jl. Ry Mauk, Jl. Ry Serang, Kp. Kedaung Dlm, Sindang Sari, Kresek Balaraja, Kbn Kelapa, Cilongok, Kali Sabi, Ds. Kroncong, Jati Uwung, Jl. Indst. Jatake, Desa Gembor, Desa Doyong, PT.YKK Al, Kawasan Industri Palm Manis, Kp.Ganda Sari, Perum Keroncong, Kp.Jati, Jl. Industri IV Tangerang, Kawasan Industri Kalisabi, Jl. Raya Industri Jatake, PT.Jumbo Kabel, Istana Nelayan, Kp.Cibodas, PT.Pan Brothers Group, PT.Hyumipat Lippo Village, Perumahan Gading Serpong, PT. Maximangando Steel, Industri Palm Manis, Gedung Super Mall Komplek Lippo Village, Jatake, Kp.Bunder, PT.Frank House, Cibodas, Kawasan Industri III Jatake, PT.Kuralon Indah, Kp.Jati Uwung, Ds Gembor, Ds.Doyong Jaya, Komp. DPR Batu Sari, SCTV, Meruya, Kedoya, Kepa Duri, Arjuna, Way Bessy, Metro TV, Arjuna Selatan, Kemanggisan, Anggrek 3 Kemanggisan, Tomang City, Yunus 3, Slipi, Kebun Jeruk, Taman Delima Grandville, Jl. Panjang, Tj. Duren. Tmn. Kedoya Baru, Kemanggisan, Arjuna, Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Palmerah, Komp Deplu Jl. Cidodol, Cipulir, Merak, Pasar Jum'at Ciputat,Komp. Meruya, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Kodam Bintaro, Ciputat Raya, Pd. Pinang, Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Jombang Ry Pd. Pucung, Perigi Raya, Ciledug Raya, Cipadu Kreo, Joglo, Juramangu, Kasuari, Bintaro Sektor 4-7, 9, Kreo, Jl. Damai Larangan, Deplu Pangudi Luhur, Pesanggrahan, Petukangan, Perum, Perkici 3, Lemigas, Komp. Deplu Cidodol, Panjang Cipulir, Kebayoran Lama, Pd. Kacang, Ds. Parung Serab, Juramangu, Andara, Purwakarta, STO Bintaro, Pondok Aren dsk.

Rabu, 30 September 2009
Pukul 18.00 - 22.00
Pluit, Muara Karang, Teluk Gong, Tubagus Angke, Jembatan Tiga, Penjaringan, Bandengan, Pejagalan, Sawah Lio, Kapuk Raya, KBN Cilincing, Jl.Raya Bekasi, Jl.Pegangsaan, Kelapa Gading, PT Kramayuda, Sumarecon, Kondominium Klp Gading, Pulo Gadung Trade Center, Jl. Yos Sudarso Astra, Kolinlamil, Sunter, RE Martadinata, TG Priok, KBN, Pelabuhan II, Wali Kota Jakut, Klp Gading, Pertamina Plumpang dsk.

PT. Gajah Tunggal Jatake, Ds Suka Mantri, Pasar Kemis, Ds.Gembor, Jl.Putra V, Villa Tangerang Regency, Kawasan Industri Kecil, Jl. Asarindu, PT. Duta Ratu CKP, Industri III BLok A Psr Jaya, Jl.Industri II Blok AE, PT. Andayani Megah, Kasir 2 Ps. Kemis, Ds. Gembor Pasir Jaya, Kawasan Industri Palm Manis, Kp.Ganda Sari, Hotel Lippo, Country Club, Car Park Lippo, Dynaplast Tower, Lippo Village Karawaci, Perumnas I, II, Perumahan Harapan Kita, PT.Broco Mutiara E, Kp.Cerewet, Perumnas I, II, III, PT. Yasam, PT. Yasindotama Ds. Bunder Cikupa, PT. Inti Kramik Alam Asri, Jl.Industri Manis, Kolam Renag / Sport Club, Perum Villa Permata Serpong, PT. Sastra jaya, Jl.Panunggangan karawaci, Cendrawasih, Kampung Sawah Ciputat, Raya Jombang, Bintaro, Arteri Pondok Pinang, Metro Pondok Indah, Wahid Aria Putra, Mega Mall Ciputat, Taman Kedaung Indah, Pamulang, Posko PLN Ciputat, Villa Gardenia, Pd. Cabe, Abdul Gani Rempoa, Legoso, Cireundeu, Ciputat Raya, Pamulang Timur, Otista Sasak Tinggi, PIM II, Pondok Cabe, Pendidikan Kp. Sawah, Cireundeu, Maleo 18, Martilang 19, Puri Bintaro, Bintaro Sektor 9, Pd. Pucung Jombang, Legoso, Raya Aryaputra, Cireundeu dsk.

Kamis, 1 Oktober 2009
Pukul 08.00 – 12.00
Perum. Puri Metropolitan, Raya Gondrong Petir, Cipondoh, Rawa Lele, Rawa Bamban, Batu Ceper, Juru Mudi, Daan Mogot, Kp. Poris Gaga, Kp. Warung Gantung, Semanan Duri Kosambi, Darma Wanita II/9 Cengkareng, , Kamal, Kalideres, Perum Citra Garden, Kp. Rw Bebek Cengkareng, Rawa Gantung, Pekayon, Semanan, Dinas Kebersihan DKI Duri Kosambi, PT.Duta Fort Ind, Rawa Lele Batu Ceper, Rawa Bambam CNk, Meruya Udik Joglo, Intercorn Kebun Jeruk, Kembangan, PT.Palapa Bojong Indah, PT.Ultra Prima Abadi, Kp. Pulo Gondrong, Kp.Gondrong Petir TNG, PT. Winertex Cengkareng, PT. Crown P, Desa Pasir Jaya Bunder, Jl. Raya Serang, Suka Negara, Telaga Cikupa, Cibadak, Desa Sentul, PT. Saehan Textils Desa Suka Damai Pasir Jaya, Jl. Raya Serang, Balaraja, Cikupa, Kp Cibadak Cikupa, PT. Effendi Texindo, Industri III Blok AF Tangerang, PT.Satya Raya Kramindo, PT. Yatama Ariputra Desa Bunder Cikupa, Gembong Balaraja, PT.Dong Joe Ind, Sindang Sari, Ds.Suka Mantri, Kp. Gembor Gelam, Rajeg Tangerang, Cikupa, Desa Telaga, Kp Telaga Sari Cikupa, Kp Cikupa, Jl. Raya Serang Cibadak, Balaraja, Pluit Samudra, Marina Tower, Pantai Mutiara, Pondok Tirta, Muara Baru, Mega Mall Pluit Muara Karang, PT. PLN PIKITERM Jabar, Kediaman DIRAD,PLTU Muara Karang, Taman Pluit, Kediaman DIRBANG PLN Pusat, Komp. PLN, Muara Karang, Muara Baru, Komp. Pel. Samudra, Pluit Kencana, Muara Karang Blok M 35, Blok R 25, Muara Karang, PT. PLN PIKITERM Jabar, Kediaman DIRAD, PLTU Muara Karang dsk.


Kamis, 1 Oktober 2009
Pukul 13.00- 17.00
Perum. Taman Kencana, Pergudangan Miami, Kapuk Kamal Cengkareng, Kp. Basemol Tmn Kota, Perum Citra 2, Kp. Pegadungan, Daan Mogot, Cengkareng, Rawa Buaya, Bangun Nusa Cengkareng, Rawa Buaya, Swadaya Pesing, Perum Semanan Indah Duri Kosambi, Kp.Utan Bahagia, Puspa, Citra Garden, PT.Jasa Jakarta Investindo, LMK, GI Duri Kosambi, Tegal Alur, PT. Metro Poly Jaya, Kapuk, Kamal, Kp. Pabuaran Kandang, Jl.Raya Batu Ceper, Poris Pelawad, PT. Damatex Jl. Raya Serpong, PT. Argo Pantes Raya Serpong, Kp. Kelapa Cikokol, Kp.Cipete, Cikokol, Jl. Raya Serpong, Kp.Panunggangan, Perum Setneg TNG, Kp.Kelapa, PT.Tunggal Reksa Utama, Lippo Village Binong, Cipondoh, Kp.Poris Tengah, Modern Land, PT. Tifico, PT. Sulindafin, Jati Uwung, Jl.Raya Serang, Manis II , Ds.Dukuh, Kp.Ganda Sari, Ds.Dumpit Jatake, Telesonic II Jatake, Jl.Raya Serang, Ds.Pasir Jaya Jati Uwung, PT. Gajah Tunggal, Kp Cerewet, Ds.Pasir Gadung, Bulakan, Ds. Bojong, Ds. Kadu Bitung, Kaw. Indusri Manis, Cikupa, Pasir Gadung, Kp.Lamporan, Jl. Raya Curug, Ds.Jatake, Ds.Telaga Sari, Kp.Cisoka Balaraja, Yayasan Peruri, PT.Hanson, Jl.Industri III, Cikupa, Ds. Badak Anom, Rajeg, Sangiang Sepatan, Lontar, Rc. Labu, Pagedangan, Mauk, PT. Masterina, PT. Gajah Tunggal, Jl. Industri Jatake, Jl.Industri, , Villa tangerang Regency, Pasar Kemis Jati Uwung, Kp.Cilongok Pasar Kemis, Jl.Raya Pasar Kemis KM 6 Tangerang, Kampung Tanah Baru, Komp. AURI Ciganjur,Jl. Moch. Kahfi, Cinere Raya, Puri Cinere, Gandul Raya, Lebak Bulus, Jagakarsa, Lenteng Agung, Ciganjur, Srengseng Sawah, Ciganjur, Ragunan, Cinere dsk, Komp. PLN Gandul, Ciganjur, Ceger, Jaka Karsa, Srengseng Sawah.

Kamis, 1 Oktober 2009
Pukul 18.00 – 22.00
Menceng, Kbn Besar, Bt. Ceper, Kapuk Ry, Kamal, Duri Kosambi, Mall Taman Palm, Daan Mogot, Kp. Rawa Buaya Cengkareng, Green Garden, Kampung Bojong, PT. Sucaco, Perum Bojong Indah, Imigrasi Cengkareng, Perum, Raya Pedongkelan, Kp. Dadap, Raya Karawaci, Industri Raya Jatake, Cimone Mall, PT. Damatex, PT. Argo Pantes Raya Serpong, Raya Mauk, Bugel dsk, Perum Menara Pluit CNK, PT.Karya Tulada, Ds.Bojong Larang, Pendopo Tangerang, Kantor Kodya Tangerang, RSUP Jl.A.Yani, PDAM Cikokol, Kp. Babakan, Pasar Baru, Perum. Kelapa Dua, Karawaci, Jatake, PT.Istem Jl.Raya Mauk, KM 5 & 6, Kp. Sangiang, Kp. Kober Tanah Tinggi, Komp. BPHN, Perum Banjar Wijaya, Perum Kebayoran Regency, Parung Panjang, Cibunar, Kp.Cibatok, Pd Betung, Pesanggrahan, Ulu Jami, Bintaro, Kp. Utan Rempoa, PT. Sandratex Pasar Jum'at, Bintaro Sektor 2, Ciputat Raya, Pinang Pd. Indah, Cireundeu, Tegal Rotan, Pondok Pucung, Pd. Betung Raya, Kp. Pladen, Pd. Ranji, Tegal Rotan, Bintaro, Mabad Rempoa, Pd Ranji, Kesehatan Raya, Ciputat Raya, Jl. Palm Asri Rempoa, Posko PLN Ciputat, Pondok Cabe.

Jum’at, 2 Oktober 2009
Pukul 08.00 – 12.00
Pluit, Bandengan, Tubagus Angke, Kapuk Raya, Jelambar, Roa Malaka, Kav Polri, Mr. Karang, Jembt Tiga, Pantai Indah Kapuk, Jl. Pondok Ungu, Gudang PLN, Cakung Tanah Tinggi, Jl. Pejuang, Jl. Raya Bekasi, Jl Tendean, Duren Tiga, Jl. Bangka, Jl. Mampang Prapatan, Kemang, Buncit Raya, Karet Pedurenan, Komp Pertamina Patra, Gatot Subroto, Tebet Timur Dalam, Bukit Duri, Saharjo, Slamet Riyadi, Matraman Dalam, Matraman Raya, Berland, Jl Tambak, Proklamasi, Manggarai dsk

Komp. Giya Kencana, Kedoya, Kp. Tanah Seratus, Karang Tengah, Adhi Karya 1, Kedoya Raya, Kembangan, Tirta, Surya 2, Bumi 1 Ciledug Indah, Pinang, Perum. Pondok Bahar, Mall Puri Kembangan, Apart. Wesling Kedoya, Perjuangan, Puri Kembangan, Kedoya Garden, Meruya Hilir, Kebun Jeruk, Taman Aries, Meruya Ilir, Perum Puri Indah, Tomang, Permata Buana, Komp. Depag Kedoya, Poris Gaga, Poris Pelawad, Poris Indah, Batu Ceper, Raya Cipondoh, Ds. Kunciran Cipondoh, Pd. Jagung, Ds. Paku Jaya, Jl. Bhayangkara Serpong, Raya Gondrong Petir, Perum Poris Indah, Raya Cipondoh, Perum. Pinang Griya, Desa Kunciran, Kp. Nerogtog, Cipondoh, Modern Land Golf, Warung Gantung, PT. Pelindo Jaya Sakti, Kp. Poris Gaga, Kp. Warung Gantung, Semanan Duri Kosambi, PT. Pelita Paper Cengkareng, Desa Ketapang, Mabes TNI AU SASTRAD, Tanjung Kait Tangerang, DesaTelaga Sari Cikupa, Balaraja, STO Telkom Cikupa, PT. Yasulindo Cikupa, Pasar Kemis, Gajah Tunggal, Telesonic, Desa Bunder, Jl. Raya Serang, PT.IKI Indah kabel, Industri III Pasar Tangerang, Posisi PMT Keluar, Bitung, Jl. Cerewet, Pabrik Plastik, PT.Parinco Ancol, Ds. Bojong Cikupa, Ds Pasir Nangka, Tiga Raksa, PT. Pasific Texindo 1, Ds. Suka Damai Pasir Jaya, Kawasan Industri Cikupa, Kawasan Industri Cikupa, PT. Yatama Ariputra Desa Bunder Cikupa Tangerang, Kampung Pasir Awi, Desa Wanakerta Pasar Kemis, Komp. DPR Batu Sari, SCTV, Meruya, Kedoya, Kepa Duri, Arjuna Kebun Jeruk, Way Bessy, Tj. Duren Timur 2, Metro TV, Arjuna Selatan, Kemanggisan, Tomang City, Yunus 3 Kby, Slipi, Kebun Jeruk, Taman Delima Grandville, Panjang, Tj. Duren. Tmn. Kedoya Baru, Kemanggisan Raya, Arjuna, Slipi, DPP Golkar, Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Komplek Deplu Jl. Cidodol, Cipulir Kebayoran Lama dsk.


Jum’at, 2 Oktober 2009
Pukul 13.00-17.00
Jl. P. Jayakarta, Mangga Besar, Jl. Lodan, Gunung Sahari, Pademangan, Jl. RE Martadinata, Sunter Muara, Sunter Podomoro, Ancol Barat, Rawa Bunga, Bukit Duri, Cipinang, Kali Malang, Pd Bambu, Kb Nanas, DI. Panjaitan, Otista, Tebet, Pedat, Kp.Melayu, Jatinegara, Otista, Jl. Angkasa Kemayoran, Jl. Serdang, Bendungan Jago, Sumur Batu, Jl. Perintis Kemerdekaan, Sunter, Jl. Suprapto, Jl. Yos Sudarso, Pulo Gebang, Cakung, Buaran Indah, Penggilingan, Bekasi Raya, Pondok Kopi, Perumnas Klender dsk

Rawa Buaya, Kp. Kedaung Kali Angke Pesing, Puri Mall Kembangan, Daan Mogot, Pesing, Grogol In, PT. Hikari, Daan Mogot, Swadaya Pesing, Rawa Buaya, Pertokoaan Cengkareng, Komp Imigrasi, PT.Sinar Jaya Perkasa, Kamal, Menceng Tegal Alur CNK, Lingkungan, Prepedan, PT. Victor Indah P, STO Sumur Bor, RS. Hermina, Cendrawasih CNK, Kosambi Kp.Pulo Gondrong, Dongkel Gondrong, Gondrong Petir TNG, LMK , Ranting Cengkareng, GI Duri Kosambi Tangerang, Kali Deres, Kapuk Kayu Besar, Rawa Buaya, Green Garden, Bojong Indah Garden, Posisi PMT GI Keluar Tanpa Beban, Kp. Panunggangan Barat, Perum. Pinangsia, Karawaci, Perum Kelapa Dua, Bj. Larangan, Pakulonan Barat, Karawaci, Modern Land Golf, Cikokol, Modern Land, Jl. Bhayangkara Ds. Paku Alam, Pakulonan, Serpong KM.7, PT. Kumatex, PT. Surya Toto, PT.Bumi Indah Raya, Karawaci, Cimone Mall Tangerang, Ditjen Paten, Komplek Imigrasi, Komplek LP Anak-Anak, Kp.Tanah Lima Puluh, Tanah Seratus, Kali Sabi Tangerang, Raya Mauk Km1, Ds.Pabuaran Tumpeng, Kawasan Industri Benua, Serpong, Komplek PT. Istem Pasar Baru Tangerang, Ds.Cibodas Jati Uwung, Industri Jatake TNG, Dumpit, Gembor, Jt. Uwung, Telesonic, Manis 4, Industri 2, 3, 4 Jatake, PT.YKK Alumunico, Ds. Kadu Manis, Jl. Raya Cikupa KM.13, Jl. Raya Serang, Kp. Cukang Galih, Kp. Curug Kulon, Curug Raya, PT. Gajah Tunggal, PT. Muara Pluit Steel, Palm Manis, Industri Manis II Jatake, RS. Green Agle Lippo Village, Ds.Pasir Jaya Jati Uwung, Desa Kadu Curug, PT.Mitsubishi Soko,Raya Curug Tangerang, Mandiri, Kp. Manis, Ds. Kadu Curug, Kp. Cisereh, Raya Serang, Kawasan Industri Manis, Kp.Bunder Cikupa, PT. Hardaya S.I Aneka, PT.Gajah Tunggal, Kp.Cibadak Cikupa, Kp.Pulo Bitung, Citra Grand City Cikupa, Kp.Dadap, Kamal, Ds.Belimbing, Salembaran, Kosambi, Teluk Naga, Kp.Melayu Tangerang, Rawa Kucing, Batu Ceper, Kp.Salembaran, Kamal, S.Tahang, Kp.Kebon Besar, Tj.Pasir, Kp.Babakan Asem, Kp.Salembaran, Kamal, S.Tahang, Kosambi, Teluk Naga, Pergudangan Mutiara Kosambi, Pulau Seribu, Cendrawasih, Griya Cinere, Ds. Limo Sawangan, Pd Cabe, Ciputat, Kantor PT PLN ( Persero ) P 3 B GITET Gandul, Pamulang, Ciputat Parung, Ry Puspiyek Serpong, Bumi Karang Tengah Lebak Bulus, Pondok Labu, Karang Tengah Cinere, IAIN Ciputat, Pasar Jum'at, Ciberem Raya, Lebak Bulus, Pd Cabe, Karang Tengah, Perum Bona Indah Lebak Bulus, Apart. Bona Indah, Ps Jum'at, Pratama Hills Lebak Bulus, Pd. Indah dsk

Jum’at, 2 Oktober 2009
Pukul 18.00 – 22.00
Jl. Raden Inten, Jl. Dermaga Duren sawit, Jl. Igusti Ngurah Rai, Jl. Raya Bekasi Semper Plumpang, Tipar Cakung, KBN Cacing, Yos Sudarso, Kp Walang, Tj Priok, Warakas, Sindang Laut Kp Bahari, Kelapa Gading, Kaw Industri, Pulogadung, KBN, Pulo Lentut, Rawa Gelam, Tipar, Jl. Raya Penggilingan, Raya Cacing, Jl. Raya Bekasi,

Ds. Dadap, Kamal Cengkareng, Teluk Naga, PT. Setia Pratama Lestari, Supermarket Mitra 10 Jl. M. Toha, Kamal, Kp. Dadap, Rawa Bamban, Batu Ceper, Kp. Kebon Besar, Jurumudi, Daan Mogot, Pembangunan I, Jl. Juru Mudi, Batu Ceper Cengkareng, PT.Bangun J, PT.Union JP, Makmur Garden, PT.Angsa MP, Kebun 200 Cengkareng, Kp.Rw.Bebek Kamal CNK, PT.Akebono Indah, Juru Mudi, Tangerang, PT.Ysinta Poly Yasulintex, Perum Dadap, Kosambi, Teluk Naga, Kp. Melayu Tangerang, Lingkungan, Kp. Mede, Tegal Alur, Kamal Cengkareng Komplex PT. ISTEM Pasar Baru, Pegadungan, PT.Cakra B, Cengkareng, Ds.Gebang Raya, Perg.Griya Sangiang Mas, Ds.Kota Bumi Mauk, Kp.Neglasari, Hotel Serathon Bandara International Soekarno Hatta, PT.Ysinta Poly Yasulintex, Ds Bayur, Ds Kiara Payung, Ds Kelor, Ds Kohot, Kp. Utan Jati Sepatan, Kawasan Industri Priuk, Jl. Raya Mauk, PT. Panarub Jl. Raya Mauk, Komplek PT. Istem Pasar Baru Tangerang, Kawasan Industri Benua, Perm. Benua Indah, Jl. Raya M. Toha, Mauk, Kasir II Ps. Kemis, Desa Gembor, Pasir Jaya, Raya Pasar Kemis, Kota Bumi, Nagrak, Jl. Raya M. Toha, Mauk, Pondok Arum, Ruko CBD, Mall & Carefour CBD Ciledug.

Senin, 5 Oktober 2009
Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Jl. Bandengan Utara, Teluk Gong, Kapuk Muara, Pluit Raya, Kapuk Raya, Pantai Indah Kapuk, Latumenten, Tubagus Angke, PGC Jl. Cililitan Besar, Kramatjati, Kp. Rambutan, Ceger, Bambu Apus, TMII, Cijantung, Cimanggis, Jl. Raya Bogor, Jl. A.Yani, Perintis Kemerdekaan, Pulomas Barat, Jl. Percetakan Negara, Cempaka Putih, Rawasari, Kelapa Gading, Sunter, Perum Pelabuhan Tj. Priok,, Sunter, Pasar Ular, Jl. Raya Plumpang, Kelapa Gading dsk


Senin, 5 Oktober 2009
Pukul 13.00 – 17.00 WIB
Jl. Setiabudi, Sudirman, Komp Polri, Karet Pedurenan, Jl. Denpasar, Rasuna Said, Kuningan, Jl. Raya Pulogadung, Rawa Udang, Kepiting, K.Industri Pulogadung, Jl. Pulo Ayang, PT Pangeran karang Jl.Raya Bekasi

Senin, 5 Oktober 2009
Pukul 18.00 – 22.00 WIB
P. Jayakarta, Mangga Dua, Hayam Wuruk, Pinangsia, Gajah Mada, Glodok, Lindeteves, Penjaringan, Gd. Panjang, Mangga Besar Raya, Jl. Tambak, Utan Kayu, Kramat Asem, Proklamasi, Gedung Pola, Rawamangun, Kayu Manis, Matraman, Jatinegara, Pisangan Baru, PT Indofood Kawasan Berikat Nusantara Marunda (PT Bogasari Mils)


Selasa, 6 Oktober 2009
Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Jl.Imam Bonjol, Jl.Sudirman, Jl Karet Kubur, Jl.H Agus Salim, Taman Suka Tani, Jl.KH Mas Mansyur, Jl Fachrudin Tanah Abang, BKPM, Dirjen Pajak, Komdak Metro Jaya, Jl. Gatot Subroto Satria Mandala, STO Telkom, Kantor LIPI, Jl. Baru Muda, Perkampungan Marunda Muara Tawar, Jl. Sungai Landak, Satria Mandala, STO Telkom, Kantor LIPI, Gatot Subroto, Jl. Baru Muda

Selasa, 6 Oktober 2009
Pukul 13.00 – 17.00 WIB
JL.Kai Maja Kec.Kby Baru,Koran Tempo , RS.Pertamina Pusat, Pasar Raya Sarinah, Blok M, Jl.Raya Slipi, Jl.S Parman, KS.Tubun, KH.Mas Mansyur, Tanah Abang, Benhil, PAM Pejompongan, Karet, MH Thamrin, Kbn kacang, PT Pangeran karang Jl.Raya Bekasi, Jl. Raya Bekasi ( PT.Pangeran Karang I ), Jl. Raya Bekasi, Cakung Cilincing dan sekitarnya.


Selasa, 6 Oktober 2009
Pukul 18.00 – 22.00 WIB
Jl. Buncit Raya , PT. Fortune Warung Buncit, Kecamatan Mapang Jl. Rengas Blok S Senayan, W. Monginsidi, Jl. Ciragil, Terminal Blok M, PT Wahana Garuda Lestari Jl.Raya Bekasi


Atas ketidaknyamanan pelayanan ini, manajemen PLN Disjaya dan Tangerang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, dan kepada seluruh pelanggan setia kami mohon partisipasi agar dapat mengurangi pemakaian listrik dengan mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dan kepada pelanggan industri agar dapat menggunakan mesin genset sendiri.

Demikian atas perhatian dan pengertian pelanggan, kami ucapkan terimakasih.


Jakarta, 30 September 2009

PT PLN (Persero)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
KOMUNIKASI DAN BINA LINGKUNGAN

Contact Person :
M Ikhsan
Manajer Area Pengatur Distribusi
HP : 08112209266

Rabu, 07 Januari 2009

Buruk Rupa, Cermin Dibelah



Rabu, 7 Januari 2009 - 16:26 wib
Syukri Rahmatullah - Okezone

MUNGKIN inilah pepatah yang tepat untuk menggambarkan laporan Kejaksaan Agung terhadap Indonesian Corruption Watch (ICW) ke Mabes Polri, siang hari tadi, dengan alasan pencemaran nama baik.

Bahkan, Mahkamah Agung dalam waktu dekat juga akan melaporkan ICW ke Mabes Polri, mengikuti langkah Kejaksaan Agung.

Laporan pencemaran nama baik oleh Kejaksaan ini dipicu sikap ICW yang mengkritisi Kejaksaan Agung yang mengaku berhasil menyelamatkan uang negara Rp8 triliun dan USD18 juta dalam kurun waktu 2004-2008.

Namun, berdasarkan analisis hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), dalam kurun waktu 2004-2008 hanya Rp382,67 miliar yang berhasil diselamatkan. Lalu, kemanakan sisanya? Itulah yang dipertanyakan ICW.

Sikap kritis ini kemudian memuncak dalam sebuah pemberitaan di salah satu media massa bertema: "Uang Perkara Korupsi Kok Malah Dikorupsi: Kenapa Duit Rp7 Triliun Belum Masuk Kas Negara?. Berita ini dianggap telah mencemari citra institusi kejaksaan.

Upaya fight agains corruption atau perlawanan melawan korupsi ini bukanlah yang pertama kali. Masih ingat peristiwa laporan Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk Pemilu Bersih dan Berkualitas ke Polda Metro Jaya tahun 11 Agustus 2004 lalu atas dugaan korupsi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum era kepemimpinan Nazarudin Syamsudin.

Menyikapi hal ini, KPU malah melaporkan balik Koalisi LSM tersebut ke Polda Metro Jaya pada 30 Agustus 2004 atas tuduhan pencemaran nama baik. Alhasil, Polda malah melakukan pemanggilan terhadap 2 aktivis Koalisi LSM yaitu Hermawanto dan Arif Nur Alam.

Akhirnya, karena desakan Komisi III DPR polisi mendahulukan laporan dugaan korupsi yang diajukan Koalisi LSM tersebut.

Selain itu, peristiwa yang sama juga terjadi terhadap orangtua siswa SMA 68 dan SD Percontohan IKIP Jakarta yang melaporkan dugaan penyelewengan di dua sekolah tersebut.

Bukannya diapresiasi, para orangtua malah dilaporkan kembali ke polisi karena telah mencemarkan nama baik sekolah.

Laporan Kejaksaan Agung ke Mabes Polri bisa jadi pembelaan terhadap institusinya. Menyelamatkan muka setelah kasus Urip Tri Gunawan. Namun, tindakan fight agains corruption yang dilakukan Kejaksaan bukanlah tindakan yang bijak sebagai lembaga penegak hukum.

Di awal tahun 2009 ini berarti masyarakat telah dipertontonkan tindakan penegak hukum yang kurang bijak. Ya sama seperti kata pepatah di atas, buruk rupa cermin di belah.(uky)

Selasa, 06 Januari 2009

Jadi Pejabat Harus Siap Dilempar Sepatu?


Catatan Redaksi

Rabu, 17 Desember 2008 - 16:05 wib

PELEMPARAN sepatu terhadap Presiden Amerika Serikat George Walker Bush saat jumpa pers dengan Perdana Menteri Irak Nuri Al Maliki beberapa hari lalu menjadi perbincangan hangat baik dari kalangan pejabat, politisi, hingga tukang ojek di warung-warung kopi.

Sebagai sebuah berita, peristiwa ini merupakan berita yang sangat seksi, langka, dan menghebohkan. Bagaimana tidak, seorang presiden dari negara adidaya bisa ditimpuk sepatu begitu saja oleh seorang wartawan lokal. Di manakah CIA, FBI, dan Secret Security Amerika yang selalu didengung-dengungkan paling hebat ketimbang di negara lainnya?

Meski begitu, beruntung Bush memiliki reflek yang cukup bagus. Sehingga sepasang sepatu yang dilempar Muntazer Al Saidi, seorang wartawan Televisi Al Bhagdadia ini tidak berhasil mengenai muka Bush.

Memang, dari peristiwa itu Bush tidak merasakan sakit apapun, karena sepatu milik Muntazer tidak mengenainya. Namun, sorotan televisi yang menangkap peristiwa ini dan menyiarkannya ke seantero dunia, merupakan 'pelemparan sepatu' yang sesungguhnya. Mungkin lain lagi ceritanya, jika peristiwa ini tidak berhasil ditangkap kamera.

Muntazer mungkin hanya mendapatkan ancaman penjara 15 tahun, namun hukuman bagi Bush lebih berat lagi. Pasalnya, dia akan mengakhiri masa jabatannya pada 20 Januari mendatang. Pelemparan sepatu tersebut merupakan hadiah paling buruk dari invasinya ke negara Saddam Husein tersebut.

Di mata Bush dan pendukungnya, Muntazer bisa disebut sebagai seorang penjahat, penghina kepala negara, dan julukan buruk lainnya. Tapi di negara-negara di mana Bush dan Amerika adalah musuhnya, maka Muntazer akan dielu-elukan sebagai pahlawan yang pemberani. Atau bahkan di Irak, popularitas Muntazer bisa saja melebihi Saddam Husein.

Peristiwa ini bisa terjadi di mana saja. Bahkan di Indonesia sekalipun. Bahkan, saking takutnya virus 'sepatu Bush' ini menjalar ke Indonesia, Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan berkelakar meminta agar wartawan mengikat tali sepatunya.

Namun, bukan berarti kejadian hampir mirip tidak pernah terjadi di Indonesia. Masih ingat dengan peristiwa Dirut PLN Eddie Widiono yang dilempar telor busuk oleh mahasiswa.

Mantan Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur juga pernah mengalami hal yang mirip. Mantan Ketua PBNU ini pernah diusir laskar Front Pembela Islam saat mengisi diskusi di Solo. Bahkan, kabarnya Gus Dur pernah ditimpuk dengan aqua karena pernyataannya, namun tidak sampai mengenainya.

Selain itu, almarhum Sukowaluyo, pendiri Partai Demokrasi Pembaruan, juga pernah diludahi pendukung Megawati di daerah, saat sedang mengkampanyekan pembaruan di PDIP, sebelum kongres di Bali.

Peristiwa demi peristiwa ini kemungkinan besar akan terus terjadi. Tidak tertutup kemungkinan di Pemilu 2009 di mana suhu politik memanas, akan ada upaya menjatuhkan citra calon presiden dan calon wakil presiden dengan cara tersebut.

Lalu bagaimanakah cara mengatasinya? Apakah setiap calon pejabat negara harus dilatih agar memiliki reflek yang baik, agar tidak kena timpuk sepatu seperti Bush. Atau pertemuan antara pejabat dengan masyarakat atau wartawan diperketat?.

Namun, menurut penulis peristiwa tersebut tidak akan terulang sepanjang pejabat negara dalam mengeluarkan kebijakannya, berpikir dengan matang dan tidak merugikan rakyat banyak, apalagi rakyat dari negara lain.(uky)

Jumat, 31 Oktober 2008

Belajar Dipimpin dan Memimpin

Di penghujung kelulusanku di Pondok Pesantren Daarul Rahman awal 1998 di bilangan Jakarta Selatan, KH Syukron Makmun, sang murabbi (pengasuh) memberikan khutbatul wada’ atau ceramah terakhir.

Satu pesan beliau yang aku ingat sampai sekarang “Kamu harus siap dipimpin dan siap memimpin”. Kalimat yang terlihat sederhana itu sangat mengiang di telingaku sampai saat ini.

Setelah lulus, aku kuliah di Institut Islam Daarul Rahman (IID) selanjutnya pindah ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sekarang Universitas Islam Negeri (UIN), selanjutnya aku bekerja sebagai seorang jurnalis.

Sungguh dalam perjalanan hidupku kata-kata tersebut sangat berarti. Seperti saat aku masuk dan aktif di organisasi-organisasi kemahasiswaan. Ternyata aku baru tahu makna sesungguhnya dari “Siap dipimpin dan siap memimpin”.

Dalam setiap perjalanan kita, suatu saat kita pasti berada di bawah pimpinan seseorang. Baik di dunia organisasi, pekerjaan, ataupun rumah tangga. Di sinilah kita diuji, apakah kita siap dipimpin oleh orang lain? Bisa ya dan tidak.

Terkadang ada yang tidak suka dipimpin seseorang karena banyak faktor. Apakah kedekatan, kepribadian, ataupun integritas si pemimpin. Lalu bagaimakah kita bersikap? Apakah kita akan manut dan ikut kepada pemimpin yang memiliki kepribadian yang buruk dan tidak memiliki integritas? Sering kali perasaan “saya lebih baik” dengan tolak ukur subyektif muncul. Tanpa berpikir bahwa mungkin dia tak lebih baik dari yang memimpinnya.

Kemudian, saat kita didaulat atau diminta menjadi pemimpin bagaimanakah kita bersikap. Apakah mundur dan menyerahkan kepada orang lain ataukah kita mengambil tanggung jawab tersebut?

Alhamdulillah, aku pernah mengalami kedua hal tersebut. Aku pernah dipimpin dan pernah juga dipercaya untuk memimpin.

Kesimpulanku, dipimpin dan yang memimpin bagaikan pengendara motor dan yang diboncengnya. Jika yang dibonceng tidak percaya dengan yang mengendara pasti keduanya tak akan sampai kepada tujuan.

Begitu juga dengan si pengendara, jika dia tak memiliki kepercayaan dan tanggung jawab tinggi terhadap keselamatan yang diboncengnya, maka perjalanan mereka juga tidak akan sampai.

Dari kesemuanya, inti dari pesan kyai saya adalah berikan kepercayaan kepada yang memimpin kamu dan bertanggung jawab lah yang tinggi terhadap yang kamu pimpin. Mudah-mudahan niat dan tujuan kita akan tercapai apapun itu!

Minggu, 28 September 2008

Sabtu, 13 September 2008

Redpel: Tempat Ujian Baru.


WAKTU ITU aku tidak bisa tidur selama dua malam. Bagaimana tidak, media okezone yang relatif baru sudah “diguncang” media baru yang diback up modal yang cukup lumayan.

Tak tanggung-tanggung Redpel okezone saat itu hengkang terlebih dahulu dengan kemudian mengajak rekan-rekan lainnya.

Saat itu, di dalam diriku terjadi pergulatan pikiran dan hasrat. Bagaimana tidak, aku juga ikut ditawarkan untuk ikut bergabung di sana dengan tawaran yang cukup menggiurkan.

Ada beberapa teman yang menggambarkan situasi okezone sudah seperti kiamat. Padahal pembaca okezone setiap harinya terus menanjak tinggi. Bahkan sudah mencapai 2 juta perharinya.

Pikiran pun terus menerawang antara hasrat dan pemikiran. Apakah aku pindah atau aku menetap. Aku pun tak lepas konsultasi dengan teman hidupku, istriku dan kedua orangtua. Setelah bicara dan komunikasi akupun memutuskan untuk menetap dan tidak pindah.

Ada beberapa hal yang tidak etis aku ceritakan di sini sehingga aku memutuskan untuk menetap. Padahal jika aku pindah, gajiku sudah terbayang 2 kali lipat yang mungkin belum tentu aku dapatkan di okezone dalam kurun 1 atau 2 tahun ke depan. Tapi pilihanku sudah bulat, aku menetap.

Saat terjadi pembobolan, okezone pun mulai berbenah diri. Terjadi penyempurnaan struktur organisasi. Pemred diganti dan jumlah Redpel ditambah untuk memudahkan pembagian tugas. Namun, hal yang tak kuduga-duga terjadi.

Pemred baru, Mas Budi memanggil beberapa teman yang turut mendirikan okezone ke ruangannya satu persatu. Entah apa yang dibicarakan, hanya Mas Budi dan orang yang diajak bicaralah yang tahu.

Aku pun ikut dipanggil saat itu. Dia meminta aku untuk membantunya. Aku pun langsung menyanggupi, karena aku pun sudah punya keputusan dari awal untuk menetap. Namun yang tidak disangka, aku diminta membantunya sebagai Redaktur Pelaksana. Aku pun langsung menolaknya.

Pasalnya, umurku masih relatif muda 29 tahun. Kebanyakan Redpel di mana-mana pasti sudah berkepala tiga, minimal 35 tahun. “Aku sudah korupsi 6 tahun nih,” batinku. Aku meminta agar Mas Budi saat itu berpikir ulang mengenai penunjukan diriku. Namun, dia kukuh, akhirnya aku pun luluh.

Saat aku mau lulus dari Pondok Pesantren Daarul Rahman tahun 1998 lalu, aku teringat pesan kiai “Kamu harus siap dipimpin dan siap memimpin”. Kalimatnya sederhana namun ketika diselami maknanya sangat dalam. Mungkin ini maksud dari pesan Pak Kiai. Ini adalah salah satu ujianku, yaitu memimpin. Saat ini aku diuji, aku diuji…untuk memimpin.

Seingatku, Allah SWT tak henti-hentinya menguji mahluknya. Akupun belajar memahami makna ujian ini. Semoga aku bisa melalui ujian ini dengan baik, amien.

Jumat, 12 September 2008

"Berita Adalah Candu"

TAK TERASA cukup lama aku tak menyapa blogku sendiri. Padahal biasanya kalau aku sedang tidak sempat menulis untuk blog, aku copy paste tulisanku yang dimuat di catatan redaksi. Entah lah, baru Sabtu 13 September ini aku punya peluang untuk menulis lagi.

Kalau Karl Mark pernah bilang bahwa agama adalah candu, menurutku bagi seorang jurnalis “berita adalah candu”. Bagaimana tidak, setiap hari, jam, bahkan detik sekalipun perhatianku tak pernah lepas dari memantau berita.

Hal ini sangat aku alami setelah aku menjadi salah satu awak di redaksi okezone.com. Tidak seperti di media tempat aku bekerja sebelumnya, Harian Nonstop (rakyat merdeka grup), yang relatif bisa cuek, santai, dan kadang tak peduli dengan situasi, kali ini aku sungguh tidak bisa.

Coba lihat saja rutinitas hidupku: Sebagai seorang ayah beranak satu, tuhan menitipkan “jam weker” kepadaku bernama Ananda Wardah Wahidah (3). Dialah yang selalu membangunkanku di setiap pagi dengan rengekannya. Memaksaku bangun dan meminta bermain dan berkelakar dengannya. Padahal biasanya aku tidur cukup larut.

Setelah bermain, bercanda dengan anakku sekira satu jam, aku bergegas mandi untuk segera ke kantor. Tapi pagi itu, sembari bercanda aku selalu mencari informasi ada apa pagi ini?.

Aku pun mencari melalui televisi, Koran-koran, sehingga “kepalaku sudah terisi” ketika aku masuk kantor. Kegiatanku yang ini sering kali diprotes istriku, Siska Anorita (28). Dia kadang sudah cemberut jika aku sudah membaca, karena baginya ketika suaminya di rumah adalah sudah milik keluarganya bukan milik kantornya. Tapi aku tetap tidak bisa. Beruntung terkadang dia memahamiku.

Setibanya di kantor, seperti biasa, aku selalu memantau media lain. Apa yang menjadi headline koran-koran nasional dan di Jakarta. Terkadang aku suka tersenyum simpul, jika aku melihat ada berita yang kami garap kemarin, tiba-tiba ikut menjadi perhatian media lain pagi ini. Inilah yang namanya kepuasan batin.

Seorang jurnalis tidak punya jam kerja yang tepat, datang pukul 09.00 WIB pulang pukul 17.00 WIB. Menurut saya, kalau mau seperti itu jangan jadi jurnalis! Karena pasti akan mengalami kesulitan.

Makanya, setiap bekerja aku datang sekira pukul 09.00 WIB, namun setiap pulang aku tidak pernah tepat waktu. Secara de jure, seharusnya pukul 20.00 WIB sudah bisa pulang. Namun, faktanya aku pasti sampai rumah paling cepat pukul 22.30 WIB atau hingga pukul 23.50 WIB.

Begitu setiap hari, maka wajar anakku selalu meminta perhatian lebih. Karena pertemuanku dengannya hanya dalam hitungan jam. Beruntung aku punya tips mengenai hal ini, yaitu pertemuan yang berkualitas. Kuusahakan setiap pertemuanku dengannya, selalu sulit dia lupakan. Makanya, aku selalu saja membuatnya tertawa, tersenyum dengen lelucon, cerita yang aku buat-buat.

Dalam sepekan, aku hanya mendapat libur sehari. Namun, waktu itu tidak secara “penuh” aku bisa gunakan untuk keuarga. Seperti aku bilang tadi, “berita adalah candu”, sekalipun libur akupun tetap memperhatikan berita.

Namun, candu menurutku tidak selamanya buruk. Kadang kalau digunakan untuk kebaikan maka hasilnya baik, namun jika berlebihan bisa berakibat tidak baik. Kecanduan seorang jurnalis akan berita juga bukan hal yang buruk, malah positif. Karena dia bisa menjadi jurnalis yang mumpuni dengan penguasaan isu yang cukup memadai.

Rabu, 21 Mei 2008

Merekam Jejak Pelaku Mutilasi

Catatan Redaksi
Jum'at, 16 Mei 2008 - 16:44 wib

Syukri Rahmatullah - Okezone

KASUS mutilasi kembali terjadi, Kamis 15 Mei. Kali ini korban malang yang dimutilasi adalah seorang bocah berusia berumur antara 10-12 tahun. Badannya terpotong empat, namun kepalanya belum ditemukan. Sadis.

Kasus mutilasi ini sudah yang kesekian kalinya. Dari banyaknya kasus mutilasi di Jabotabek, baru dua kasus saja yang terungkap, yaitu kasus mutilasi di Jakarta Utara, Atikah Setyani dengan pelakunya Zaki Afrizal Nurfaizin (25).

Dan kasus mutilasi terhadap waria bernama Ismail di Bogor. pelakunya adalah Rifki Abrar Daulai. Kedua kasus ini memiliki kesamaan modus, yaitu sama-sama kisah asmara yang disembunyikan.

Zaki membunuh, karena Atikah kerap menghina dirinya karena kebohongannya ketahuan, yang awalnya mengaku sebagai mahasiswa Trisakti, padahal hanyalah penjual nasi goreng. Ditambah lagi Atikah sudah berbadan dua. Zaki sendiri memiliki istri dan anak di kampung.

Abrar sendiri, juga mengaku diancam akan dibunuh pacar sesama jenisnya, Ismail. Saat itu, Abrar mengaku akan kembali hidup normal bersama istrinya.

Sementara kasus lainnya, seperti korban mutilasi Eka Putri (21), warga Brebes yang menjadi buruh ditemukan di Jalan Sersan Aswan, Kelurahan Margahayu, Bekasi, 17 April lalu juga belum didapatkan.

Selain itu, sejumlah kasus mutilasi terhadap bocah juga belum ditemukan pelakunya. Seperti bocah yang ditemukan di belakang pasar Klender 9 Juli 2007 lalu, di Kelapa Gading pada Mei 2007 lalu, dan di Bekasi 14 Januari 2008.

Dalam pengamatan okezone, pelaku mutilasi bocah dan pelaku mutilasi Eka Putri memiliki perbedaan. Diduga, pelaku mutilasi Eka memiliki kisah asmara yang disembunyikan, seperti yang terjadi pada Atikah di Jakarta Utara dan Ismail di Bogor.

Sedangkan, pelaku mutilasi bocah merupakan orang yang sama. Pasalnya dalam beberapa kali modusnya memiliki kemiripan. Contohnya, setiap bocah yang dibunuh, pasti sebelumnya disodomi terlebih dahulu. Kemudian, kepalanya di buang terpisah dengan badannya. Dan kardus menjadi tempat untuk menyimpan tubuh korban.

Sementara, tempat pembuangan korban mutilasi selama ini tidak jauh dari Pulogadung sebanyak 2 kali, Klender atau Cakung 1 kali, dan Kelurahan Margahayu sebanyak 3 kali.

Mengenai pelaku, banyak versi yang menduga-duga. Psikolog Sartono menduga, pelaku adalah psikopat dan aksi mutilasi hanyalah ajang dirinya "unjuk gigi:. Alangkah kejamnya, jika kebiasaannya "unjuk gigi" ini dilakukan dengan memutilasi.

Sedangkan Komnas Perlindungan Anak (KPA) menduga, pelaku adalah jaringan penjualan organ tubuh. Pasalnya, terdapat beberapa bagian tubuh yang hilang saat ditemukan, seperti yang ditemukan di Klender.

Namun, dari sekian banyak analisa dan pendapat. Masyarakat hanya membutuhkan ketenangan, keamanan, dan berharap kejahatan sadistis itu tidak terjadi pada anak-anak mereka.

Mudah-mudahan dengan banyaknya analisa yang muncul, membuat pihak kepolisian semakin giat mencari pelakunya, para orangtua tidak lagi khawatir, dan anak-anak kembali aman. (uky)